Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan pejabat pengawas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar, dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur sesuai dengan visi-misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (SDK-JSM), yakni membangun ASN yang berkualitas dan berintegritas.
Kepala BPSDMD Sulbar Farid Wajdi mengatakan bahwa materi pelatihan difokuskan pada tata kelola pelayanan pemerintah, khususnya dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat melalui sektor perikanan dan pertanian.
“Tujuan pelatihan ini adalah memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel guna mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Melalui kegiatan di kampus, kami berharap peserta dapat memperkaya wawasannya dengan pendekatan riset akademik,” jelas Farid.
Sejumlah narasumber dihadirkan dalam pelatihan ini, di antaranya:
-
Dr. Wahyu Maulid Adha, Tim Ahli Kementerian Keuangan/Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Unsulbar
-
Dr. Hj. Andi Rita Mariani, Wakil Bupati Majene
-
Farhanuddin, S.H., M.H., Dosen FISIP Hukum Unsulbar, sebagai pengarah dialog
Plt. Wakil Rektor Bidang Akademik Unsulbar, Prof. Dr. Tasrief, M.Si., mengapresiasi kehadiran pelatihan di lingkungan kampus. Ia menyatakan bahwa kerja sama antara universitas dan pemerintah daerah harus terus diperkuat.
“Kegiatan seperti ini membuka ruang kolaborasi ke depan, misalnya dalam program penghijauan yang dapat dikerjakan bersama,” ujar Prof. Tasrief. Ia juga mencatat bahwa ini merupakan kali pertama pelatihan kepemimpinan pengawas digelar di kampus Unsulbar.
Sementara itu, Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani, dalam materinya menekankan pentingnya inovasi dan budaya disiplin dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pemimpin harus mampu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan agar pelayanan tidak hanya cepat tapi juga berdampak,” ujarnya saat menyampaikan materi di Aula Kampus Padha-Padhang, Kelurahan Tande Timur.
Dr. Wahyu Maulid Adha menyajikan analisis terkini terkait potensi ekonomi Sulawesi Barat. Ia menyoroti pentingnya optimalisasi sektor perikanan dan pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
“Sektor ini harus didukung oleh sistem pelayanan yang profesional dan responsif. Itulah kunci penguatan ekonomi daerah,” papar anggota ISEI Sulbar tersebut.
Antusiasme juga datang dari peserta, salah satunya Jalaluddin Hamid, M.Si., Kepala Seksi Pengendalian Mutu UPTD Laboratorium Lingkungan.
“Pelatihan dengan pendekatan riset seperti ini sangat bermanfaat dan mendorong kami untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin,” ungkapnya.
Pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan pejabat pengawas yang tak hanya andal secara administratif, tetapi juga mampu merumuskan kebijakan berdasarkan landasan ilmiah yang kuat. (Rls)






