Peresmian gedung ibadah ini menjadi momentum penting bagi warga jemaat dan masyarakat Mamuju. Tidak hanya sebagai simbol kemajuan fisik, tetapi juga sebagai perwujudan semangat gotong royong dan toleransi lintas iman yang tumbuh subur di Sulawesi Barat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Barat, Febrianto Wijaya, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Mamuju. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan yang mengiringi pembangunan gereja tersebut.
“Saya kira, peresmian rumah Tuhan, gereja ini adalah sebuah gambaran, contoh bahwa ketika persatuan itu ada di antara kita, maka kita akan menjadi kuat,” ujar Febrianto.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, perbedaan bukanlah penghalang, melainkan rahmat yang memperkaya kehidupan sosial.
“Tuhan menciptakan perbedaan ini untuk kita saling mengenal, dan sesungguhnya yang berada di pandangan Tuhan yang terbaik adalah yang bermanfaat bagi sesamanya,” imbuhnya.
Febrianto mengajak seluruh elemen masyarakat Sulbar, khususnya di Mamuju, untuk terus menjaga harmoni dan semangat toleransi antarpemeluk agama.
Acara peresmian berlangsung khidmat dan meriah. Jemaat serta para tamu undangan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diisi dengan ibadah syukur, penampilan paduan suara, serta sambutan dari tokoh-tokoh gereja dan masyarakat.
Gedung baru GTM Jemaat Bukit Zaitun Mamuju ini diharapkan menjadi pusat pembinaan iman serta wadah mempererat persaudaraan umat beragama di wilayah tersebut. Tepat di usia ke-76 tahun, jemaat GTM menorehkan sejarah baru yang penuh makna—sebuah tonggak yang menandai pertumbuhan dan kematangan spiritual komunitas gereja di Mamuju. (**)






