DTD VI ini diikuti oleh para kader muda dari tiga kecamatan di Kabupaten Mamuju sebagai bentuk kaderisasi lanjutan dalam tubuh organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU). Tujuan utama kegiatan ini adalah mencetak kader militan yang tidak hanya loyal terhadap organisasi, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Dengan mengusung tema “Merawat Iman, Menjaga Negeri, Membangun Kedaulatan Pangan”, pelatihan ini menghadirkan berbagai narasumber yang memberikan pembekalan seputar ideologi kebangsaan, keorganisasian, keaswajaan (ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah), serta peran strategis pemuda dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Dalam sesi diskusi, para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya di bidang pertanian, yang menjadi salah satu penopang utama kedaulatan pangan bangsa. Para peserta juga diajak untuk menjadi pelaku aktif dalam pembangunan desa, tidak hanya sebagai penonton perubahan.
Kehadiran Khalil Gibran dalam kegiatan ini disambut antusias oleh peserta.
Ia menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para kader muda Ansor dalam mengikuti proses kaderisasi.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter pemuda yang berintegritas dan cinta tanah air. Kita butuh pemuda yang siap menjadi garda terdepan dalam pembangunan daerah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.
DTD VI ini turut mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sulbar serta pemerintah daerah setempat. Kolaborasi ini dinilai sebagai bentuk sinergi nyata antara organisasi kepemudaan dan para pemangku kepentingan dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Dengan terselenggaranya DTD VI ini, GP Ansor berharap dapat melahirkan kader-kader muda yang tangguh, beriman, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dalam menjawab tantangan zaman dan dinamika masyarakat.(**)






