Mamuju –Masalah keterbatasan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi bencana masih menjadi perhatian serius di Sulawesi Barat. Hal ini mendorong Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulbar untuk terus memperkuat pemahaman ASN melalui Pelatihan Dasar Manajemen Bencana yang kini memasuki hari keempat, Kamis (4/9).
Sebanyak 40 ASN lingkup Pemprov Sulbar mengikuti pelatihan daring ini. Pada sesi keempat, mereka dibekali materi strategis meliputi Manajemen Pemulihan Bencana, Manajemen Logistik dan Peralatan, Manajemen Data dan Komunikasi, hingga Kerjasama Multi Pihak dalam Penanggulangan Bencana. Materi ini dipandang krusial, mengingat Sulbar kerap menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan longsor.
Kepala BPSDMD Provinsi Sulbar, drg. Asran Masdy, menekankan bahwa permasalahan utama dalam penanggulangan bencana adalah keterbatasan SDM yang terlatih.
“ASN harus siap menjadi garda terdepan dalam mendukung pemerintah daerah. Tanpa kapasitas yang memadai, upaya kesiapsiagaan dan penanganan bencana akan terhambat,” jelasnya.
Gubernur Sulbar, Dr. Suhardi Duka, juga menyoroti pentingnya memperkuat kompetensi ASN agar lebih sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi situasi darurat. Menurutnya, masyarakat yang tangguh hanya bisa terwujud jika aparatur pemerintah benar-benar memahami tugasnya di bidang kebencanaan.
Pelatihan ini akan ditutup pada Jumat (5/9) dengan post-test sebagai tolok ukur pemahaman peserta, sekaligus menjadi refleksi sejauh mana persoalan keterbatasan kapasitas ASN dapat dijawab melalui peningkatan pengetahuan dasar kebencanaan.(*)






