MAMUJU — Anggota DPRD Kabupaten Mamuju dari Partai Golkar, H. Sugianto, menilai peristiwa meninggalnya seorang anak sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga dipicu keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Menurut H. Sugianto, kejadian tersebut tidak boleh terulang di Kabupaten Mamuju maupun di daerah lain di Indonesia. Pemerintah, kata dia, harus memastikan tidak ada anak yang terhambat pendidikannya hanya karena persoalan ekonomi keluarga.
“Peristiwa ini harus menjadi alarm bagi semua pihak. Kami berharap kejadian serupa tidak terjadi di Mamuju maupun daerah lain. Jika masih ada anak yang kehilangan masa depan karena tidak tersentuh bantuan pendidikan, itu menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya,” ujar H. Sugianto, Selasa 3/2/2026
Ia menekankan pentingnya peran pemerintah hingga tingkat desa, lurah, dan camat untuk aktif turun langsung ke masyarakat, khususnya di wilayah pelosok, guna memastikan data warga miskin ekstrem benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
H. Sugianto juga mengingatkan agar aparatur tidak merasa malu mengakui masih adanya warga miskin ekstrem di wilayahnya. Menurut dia, kejujuran dalam pendataan justru menjadi langkah awal agar bantuan sosial dan pendidikan dapat tepat sasaran.
“Yang harus dihindari adalah ketika masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tidak terdata dan tidak mendapatkan perhatian negara,” kata dia.
Ia berharap tragedi di Ngada menjadi pelajaran bersama agar kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil, terutama anak-anak, melalui akses pendidikan yang layak dan berkeadilan. (*)






