Mamuju – Kabar membanggakan datang dari dunia sepak bola nasional. Salah satu pemain muda binaan Akademi PSM Mamuju, Dimas Adi, resmi menembus skuad akhir Timnas Indonesia U-17 yang akan berlaga di Piala Dunia U-17 di Qatar.
Kepastian tersebut diumumkan oleh PSSI melalui akun resmi Instagram mereka, di mana nama Dimas Adi yang berposisi sebagai penyerang, tercantum sebagai bagian dari tim yang akan mewakili Indonesia di ajang bergengsi dunia tersebut.
Menanggapi kabar tersebut, Direktur Akademi PSM, Febrianto Wijaya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih oleh anak didiknya itu.
“Dimas adalah anak didik kami di Akademi PSM. Ia sudah lama bergabung di Timnas, dan tadi diumumkan secara resmi oleh PSSI bahwa dia masuk dalam skuad akhir Timnas Indonesia menuju Piala Dunia U-17 di Qatar,” ujar Febrianto Wijaya, Jumat, 31 Oktober 2025.
Menurutnya, Dimas Adi merupakan hasil dari program pembinaan jangka panjang Akademi PSM yang dilakukan secara serius dan profesional.
“Anak ini kita bina kurang lebih dua tahun. Kita temukan bakatnya melalui talent scouting, kemudian dia menjadi bagian dari skuad PSM U-18 Elite Pro Academy saat kami juara tahun lalu,” ungkapnya.
Febrianto Wijaya menambahkan, capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola di daerah, khususnya di Sulbar, mampu menghasilkan pemain bertalenta nasional.
“Di tengah banyaknya pemain diaspora, kita tetap bisa menyumbangkan satu pemain murni hasil binaan akademi, yang ditempatkan di Mamuju saat itu. Ini adalah tujuan utama kami dalam membina generasi muda sepak bola,” tutur Febrianto Wijaya.
Ia juga berpesan kepada para pemain muda agar tidak takut bermimpi dan terus berlatih keras demi meraih prestasi.
“Pesan saya kepada anak-anak di Sulbar dan Indonesia pada umumnya, jangan pernah takut bermimpi. Sepak bola sekarang ini harus dibina dengan baik karena persaingannya sangat ketat. Saya yakin, anak-anak Sulbar punya bakat luar biasa, hanya perlu dikelola dan diarahkan dengan benar,” pesannya.
Febrianto Wijaya menegaskan, Dimas Adi merupakan hasil talent scouting di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dilakukan Akademi PSM. Pihaknya pun akan terus berkomitmen mencari dan mengasah talenta muda ke depan.
“Harapan kami, akan muncul lebih banyak lagi Dimas Adi berikutnya dari tanah Sulbar,” tutup Febrianto Wijaya penuh optimisme. (**)






