Kedua Latsar Manajemen Bencana, Peserta Perdalam Dinamika Kelompok dan Susun Rencana Tindak Lanjut

Mamuju – Pelatihan Dasar (Latsar) Manajemen Bencana yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Barat memasuki hari kedua, Selasa (2/9/2025). Pada kesempatan ini, para peserta diarahkan untuk mengikuti dua materi penting, yakni Dinamika Kelompok dan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

 

Materi Dinamika Kelompok bertujuan mengasah kemampuan peserta dalam membangun kerja sama, komunikasi efektif, serta kepemimpinan di tengah kondisi yang penuh tantangan. Peserta diajak untuk terlibat dalam berbagai simulasi, permainan peran, dan diskusi kelompok yang menekankan pentingnya sinergi dalam tim. Menurut fasilitator, kerja sama yang solid menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam penanganan bencana di lapangan.

 

Sementara itu, melalui materi Rencana Tindak Lanjut (RTL), peserta diberi kesempatan untuk merumuskan langkah konkret yang akan diterapkan di unit kerja masing-masing. RTL ini diharapkan dapat menjadi panduan nyata bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di daerah, baik melalui program pencegahan, mitigasi, maupun kesiapsiagaan.

 

Kepala BPSDMD Provinsi Sulbar Hasran Masdy, dalam arahannya, menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan hanya tentang menambah pengetahuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir dan sikap proaktif ASN dalam menghadapi potensi bencana.

 

Kebencanaan bukan sekadar tanggung jawab BPBD atau instansi tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah. Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

 

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini diikuti 40 ASN dari berbagai perangkat daerah, seperti BPBD, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab, diskusi kelompok, hingga presentasi hasil kerja tim.

 

Dengan bekal materi hari kedua ini, BPSDMD Sulbar berharap peserta mampu memperkuat pemahaman, mempererat ikatan kerja sama, sekaligus menghasilkan rencana tindak lanjut yang dapat diimplementasikan secara berkesinambungan. Hal ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketangguhan daerah menghadapi ancaman bencana di masa mendatang. (**)

 

Pos terkait