MAMUJU – Upaya pencarian terhadap dua pekerja proyek pengecatan Jembatan Tarailu yang dilaporkan jatuh ke sungai masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, meski hingga saat ini belum membuahkan hasil. Kedua korban diketahui bernama Sapri (21) dan Angga (22), yang merupakan pekerja dari PT. Surya Mandiri Perdana.
Insiden nahas tersebut terjadi saat bambu yang digunakan sebagai pijakan kerja tiba-tiba ambruk, menyebabkan tiga orang pekerja terjatuh ke sungai. Satu orang korban bernama Fikri berhasil diselamatkan oleh warga sekitar, sementara dua lainnya hingga kini belum ditemukan.
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga BASARNAS Mamuju, Aswandi, mengatakan pencarian melibatkan sejumlah peralatan dan personel dari berbagai unsur potensi SAR.
“Pencarian masih akan kami lanjutkan nanti malam dengan memaksimalkan teknologi drone thermal,” ujar Aswandi, Senin (28/7/2025).
Tim penyelamat telah melakukan penyisiran menggunakan rubber boat, serta mengerahkan alat canggih Aqua Eye milik BASARNAS untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air. Namun hasilnya masih nihil.
Operasi SAR juga didukung oleh sejumlah unsur, antara lain:
Kodim 1418/Mamuju
Polsek Sampaga
BPBD Mamuju Tengah
BPBD Mamuju
Tagana Mateng
BWS Mamuju
serta masyarakat setempat.
Pencarian dimulai sejak pukul 13.10 WITA dengan menyisir radius 2 km dari lokasi kejadian. Pada pukul 16.00 WITA, drone thermal dikerahkan oleh operator BASARNAS Mamuju untuk membantu pencarian dari udara.
Pukul 18.00 WITA, pencarian dihentikan sementara karena tidak membuahkan hasil. Namun, operasi SAR akan kembali dilanjutkan malam hari dengan memaksimalkan penggunaan drone thermal.
Sebagai informasi, drone thermal memiliki kemampuan mendeteksi suhu panas tubuh manusia, sehingga sangat efektif dalam pencarian korban di area luas atau sulit dijangkau.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih berlangsung dengan harapan kedua korban dapat segera ditemukan. (**)






