MAMUJU – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sulawesi Barat resmi menggelar kegiatan upgrading pengurus sebagai langkah awal penguatan internal organisasi. Mengusung tema “Bertumbuh, Bergerak, Menguat Bersama: Perempuan Berdaya, Perempuan Bermakna”, agenda ini bertujuan mencetak kader perempuan politik yang tidak hanya unggul secara kuantitas, tetapi juga kualitas.
Ketua DPD KPPI Sulawesi Barat, Dr. Chuduriah Sahabuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanah langsung dari pengurus pusat sekaligus bentuk komitmen awal masa kepengurusannya.
“Sejak kami diberikan amanah, kami sudah berkomitmen melaksanakan berbagai program. Namun, sebelum melangkah ke kegiatan eksternal lainnya, pengurus pusat meminta kami melaksanakan upgrading terlebih dahulu karena ini dianggap sangat krusial,” ujar Dr. Chuduriah di sela-sela kegiatan.
Menurutnya KPPI sebagai wadah yang menghimpun perempuan dari berbagai bendera partai politik, KPPI Sulbar memfokuskan materi pada tata kelola organisasi politik yang efektif.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai dinamika politik sangat diperlukan agar pengurus memiliki landasan yang kuat.
Apalagi dalam kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber dan pemberi materi utama dalam agenda ini adalah tokoh-tokoh perempuan berpengaruh di Sulawesi Barat, seperti ibu Indri, Pembina KPPI Sulbar dan Suraidah Suhardi, Wakil Ketua DPRD sekaligus Pembina KPPI Sulbar.
“Para pembina memberikan penguatan terkait bagaimana mengelola organisasi, khususnya di bidang politik. Mengingat KPPI adalah wadah lintas partai, sinergi adalah kunci,” tambahnya.
Lebih jauh, Dr. Chuduriah berharap melalui upgrading ini, para pengurus dapat menyerap ilmu yang diberikan guna mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik mendatang. Fokus utamanya adalah meningkatkan standar kualitas perempuan di parlemen.
“Kami sangat berharap pengurus dapat menerima materi dan penguatan pemahaman ini dengan baik. Target kami, perempuan tidak hanya muncul secara kuantitas, tapi kualitasnya jauh lebih bagus. Dengan begitu, mereka siap menjadi calon-calon atau kandidat anggota DPR ke depan yang lebih mumpuni dan bermakna bagi masyarakat,” pungkasnya. (**)






