Mamuju, — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, DR. Sitti Suraidah Suhardi, mendampingi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), dalam menyambut kedatangan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam kunjungan kerjanya ke Bumi Tanah Mandar, Jumat (18/7).
Setibanya di Bandara Tampa Padang, rombongan langsung bergerak menuju Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, sebagai bagian dari agenda peninjauan kawasan potensial pengembangan transmigrasi.
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menegaskan peran vital transmigrasi dalam pembangunan Sulawesi Barat. Ia menyampaikan bahwa sejarah kemajuan daerah ini tak lepas dari kontribusi besar program transmigrasi sejak masa awal berdirinya provinsi.
“Sejak dulu, Sulbar hidup dari transmigrasi. Kami mengajak Pak Menteri untuk bersama-sama membangun Sulbar melalui kebijakan strategis,” ujar SDK.
SDK juga mengungkapkan bahwa enam kabupaten di Sulbar telah menyiapkan lahan seluas 190.000 hektar untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi. Ia menegaskan bahwa seluruh kepala daerah siap berkolaborasi dalam mewujudkan program prioritas nasional tersebut.
“Kami persilakan Pak Menteri memilih lokasi mana yang paling potensial. Semua kabupaten siap mendukung,” tambahnya.
Gubernur juga menyoroti potensi unggulan Sulbar seperti komoditas kakao yang masuk empat besar nasional, serta kekuatan di sektor peternakan dan perikanan. Menurutnya, kawasan transmigrasi dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin Menteri melihat langsung potensi di sini, mulai dari sektor pertanian, hingga peluang hilirisasi seperti pengolahan CPO di Majene,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pemerintah dan masyarakat Sulbar.
“Sulbar dikenal sebagai salah satu daerah yang berkembang berkat transmigrasi. Tapi kini transmigrasi tidak hanya tentang pemindahan penduduk, melainkan membangun kawasan ekonomi berbasis komoditas ekspor,” tegasnya.
Menteri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan mengirim 105 peneliti yang terbagi dalam 21 tim untuk memetakan potensi Sulbar di berbagai sektor.
“Mulai dari pertanian, perikanan, peternakan hingga pariwisata. Hasil kajian ini akan menjadi panduan bagi investor,” ungkapnya.
Ia juga memperkenalkan program Transmigrasi Gotong Royong sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 50 Tahun 2018. Melalui program ini, pembangunan infrastruktur kawasan transmigrasi akan dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk Kementerian PUPR.
“Tujuannya untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkas Menteri Iftitah.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat daerah, perwakilan kementerian, serta tokoh masyarakat yang antusias menyambut inisiatif pembangunan kawasan transmigrasi terpadu di Sulbar. (Adv)






